Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN REPRODUKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN REPRODUKSI. Tampilkan semua postingan
3/03/2009 06:47:00 PM

Dysmenorrhoe

DYSMENORRHEA

1. Pengertian

Dysmenorrhea adalah nyeri sewaktu haid

Nyeri ini terasa diperut bagian bawah dan atau didaerah bujur sangkar michaelis. Nyeri dapat terasa sebelum, selama atau sesudah haid, dapat bersifat baik atau terus menerus. Nyeri di duga karena kontraksi

1.1 Dysmenorrhea di bagi 2 yaitu :

1.1 Dysmenorreha Primer

Sejak menarche, haid nyeri dan tidak ada kelaianan dari alat kandungan

1.2 Dysmenore Sekunder

Terjadi kemudian biasanya terdapat kelainan

1.2 Sebab

Dysmenorrhea Primer

  • Konstitusionil : anemia, TBC, Kelelahan
  • Obstruksi : cervik sempit
  • Hyperantefleksiio, retro fleksi, hypoplasia uteri
  • Endokrin
  • Hyperaktivitas otot uterus

Bila endometrium mengalami kerusakan pd saat haid, prostaglandin diproduksi

dari asam arakidonat melalui aksi dari enzim prostaglandin sintesa. Peningkatan

kontraksi miometrium bersama dengan aliran darah uterus menyebabkan iskemia.

Nyeri berasal dari aktivitas uterus yang abnormal, iskemia uterus dan sensitivitas

ujung-ujung saraf oleh prostaglandin dan lanjutan-lanjutannya.

Terapi

  • Psikoterapi
  • Analgetika
  • Hormonal : pada siklus yang anovulatoir tidak ada dysmenirrhea, jd kita pergunakan obat-obat yang mencegah ovulasi

Sebab Dysmenorrhea Sekunder

Terjadi pada :

  • Infeksi : nyeri sudah terasa sebelum haid
  • Myoma Submucosa, polyp corpus uteri, nyeri bersifat kolik
  • Endometriosis : nyeri disebabakan tekanan oleh tumor atau perlekatan-perlekatan nyeri masih ada setelah haid berhenti
  • Retrofleksi uteri fixata
  • Ginatresi
  • Anomali uterus kongenital : suatu kantong buntu dari uterus dapat dibatasi dengan endometrium yang melingkar dan tahan karena tidak ada jalan keluar , cairan haid menyebabkan kavum uteri membengkak, menciptakan nyeri yang hebat pada pemeriksaan pelviks uterus terasa iregular, kdang-kadang sebuah lekukan dapat dilihat pada vagina dimana serviks yang tidak berakhir sempurna dapat mengakibatkan nyeri, cenderung bersifat kolik, dimulai dekat menarche dan timbul kearah akhir dari pada saat mulai keluar darah.
  • Leiomioma Submukosa : Haid yang banyak dan nyeri dapat disebabkan oleh kontraksi-kontraksi uterus sebagai usaha untuk mengeluarjan Leiomioma Submukosa. Leiomioma Submukosa dapat dilihat pada ostium uteri
  • Polip Intra uterine atau intraservika : Uterus dapat mengadakan respon terhadap polip karena merupakan suatu benda asing dan berkontraksi dengan kuat sebagai usaha untuk mengeluarkan polip
  • Endometriosis : Merupakan penyebab yang sering dari dysmenorrhea sekunder. Lokasi nyeri-nyeri bervariasi tergantung pada tempat implantasi endometrium dan apakah ada ketergantungan rektum atau ureter
  • Andenomiosis : Uterus mungkin sedikit membesar
  • Infeksi Pelvis akut dan Kronis : Meskipun nyeri pelvis dapat terjadi setiap saat selama siklus haid, beberapa pasien melaporkan eksaserbasi nyeri pada saat haid
  • Stenosis Servikalis : Obstruksi dari aliran darah haid menyebabkan nyeri kolik yang sangat hebat
  • AKDR : Dapat menstimulasi kontraksi uterus yang nyeri

ASUHAN KEBIDANAN PADA DYSMENORRHEA

Data Subjektif

Biodata

Nama :

Umur :

Agama :

Pendidikan :

Pekerjaan :

Suku / Bangsa :

No. reg :

Alasan MRS :

Keluhan Utama :

  1. Nyeri abdomen : Terjadi beberapa jam sampai 1 hari mendahului keluarnya darah haid yang hebat terjadi 12 jam setelah keluarnya darah haid. Nyeri bersifat tajam dan kolik biasanya didaerah supra pubis, nyeri juga meliputi lumbosakral. Nyeri hanya menetap sepanjang hari haid pertama, tetapi dapat menetap sepanjang siklus haid.
  2. Nausea, Vomitus dan diare : Hal ini dihubungkan dengan nyeri yang disebabkan oleh peningkatan prostaglandin yang beredar dan merangsang hyperaktivitas otot polos usus
  3. Riwayat keluhan Px : Px sering menceritakan riwayat nyeri serupa yang timbul setiap haid, Px sering menceritakan kelelahan yang berlebihan dan ketegangan syaraf

Riwayat Obstetri

- Riwayat Haid

  • Menarche ?
  • Siklus ?
  • Lama Haid ?
  • Nyeri / tidak waktu haid ?
  • Banyak / sedikit ?
  • Konsistensi ?
  • Warna ?

- Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas ?

- Riwayat KB

  • Jenis kontrasepsi ?
  • Lama pemakaian ?
  • Keluhan ?

Riwayat Psikososial

Pola Kebiasaan sehari-hari

  • Pola Nutrisi ?
  • Pola Aktivitas ?
  • Pola Istirahat ?

Data Objektif

1. Pemeriksaan Umum

KU : Kesadaran ?

Tensi : RR ?

Nadi :

2. Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

- Kepala : ada benjolan / tidak

- Leher : ada pembesaran kelenjar thyroid / getah bening

- Dada : bentuk payudara, ada benjolan atau tidak

- Perut : ?

- Ekstrmitas : atas / bawah ?

- Vulva / vagina : tampak pengumpalan darah pervag

Palpasi

Nyeri tekan pada daerah supra pubis

3. Assesment

Dysmenorrhea

4. Planning

Di Polindes / Puskesmas

  1. Memberikan penjelasan kepada Px tentang proses haid mungkin Px mendapat informasi yang salah. Adanya hal yang tabu untuk membicarakan masalah haid.
  2. Mendiskusikan dengan Px mengenai cara hidup, pekerjaan, kegiatan dan lingkungan Px
  3. Menganjurkan Px untuk istirahat yang cukup dan olahraga
  4. Menganjurkan kepada Px untuk mengomres hangat pada perut bagian bawah, bila terasa nyeri hebat
  5. Beri analgetik untuk mengurangi nyeri

Di RS (Rumah Sakit)

  1. Kolaborasi dengan dokter ahli )kandungan/kebidanan) untuk pemeriksaan dan pengobatan selanjutnya dan kolaborasi dengan dokter ahli (Psikologi) untuk psokoterapy bila diperlukan
  2. Melakukan pendekatan dengan Px dan memberikan penjelasan tentang tahap pemeriksaan
  3. Memberika penjelasan pada Px tentang hasil dari pemeriksaan
  4. Memberikan solusi / membantu Px untuk memecahkan bila diketaui ada kelainan, pada waktu pemeriksaan

11/26/2008 07:24:00 PM

ASUHAN KEBIDANAN PADA AMENORRHOE

1. Pengertian
Amenorrhoe adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut
2. Macam Amenorrhoe
a. Amenorrhoe Primer
Yaitu jika penderita sama sekali tidak pernah mengalami menstruasi (tidak terjadi menarche) , usia 16 thn keatas
b. Amenorrhoe Sekunder
Yaitu Jika penderita sebelumny apernah mengalami menstruasi tetapi tidak haid lagi.
3. Amenorrhoe fisiologis dapa terjadi pada :
a. Sebelum pubertas

b. Masa Kehamilan
c. Masa Lakstasi
d. Tigab ulan Post Partum
e. Sesudah Menopause
4. Klasifikasi Amenorrhoe Patologis
a. Dysfungsi hypotalamus
- Idiopatis
- Psikogen : a. Reaktif psikogen : kesedihan-pindah lingkugan, kehamilan palsu
b. Anorexia nervosa
- Penambahan berat badan
- Kelainan Organis : tumor, trauma, infeksi, proses degeneraly
b. Dysfungsi Hypofise
- Insufisiensi : terjadi Sheehan syndrome
- Tumor : chromophobe-, aci dophil (akromegali), basofil adenoma
- Radang : Proses degeneratif : TBC, lues
c. Dysfungsi Ovarium
- Kelainan Kongenial : Hypoplasia Ovaii, syndrome Turner, hermaprhoditismus
- Ovarium polykistik
- Tumor
- Radiasi
d. Periferi tidak bereaksi
- Endometrium tidak bereaksi misalnya karena kuretase atau TBC
e. Penyakit Lain :
- Penyakit kronik : TBC
- Penyakit metabolik : tyroid, pancreas, suprarenalis
- Kelainan gizi
- Kelainan hati dan ginjal
- Obesitas
f. Gangguan Uterus, vagina
- Aplasia dan hipoplasia
- Sindrom asherman
- Endometritis tuberculosis
- Histerektomi
- Aplasia vagina
g. Gangguan Pancreas
- Diabetes Melitus
h. Gangguan Glandula Suprarenalis
- Sindrom adenogenital
- Sindrom cushing
- Penyakit Addison
i. Gangguan Glandula Tiroidea
- Hipotireoidi
- Hipertireoidi
- Kreinisme
pada amenorrhe primer umunya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit diketahui, seperti kelainan kongenital, kelainan, kelainan genetic dan kelainan goned. Amenorrhoe sekunder lebih menunjuk pada sebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, penyakit infeksi dll.
5. Amenorrhoe dan Galactorrhe (Pengeluaran Air Susu Berlebihan)
Ada beberapa keadaan terdapat amenorrhoe yang disertai galactorrhoe. Keadaan tersebut didapatkan pada keadaan :
1. Syndrome Chiari - frommel
Terjadi steelah kehamilan dan merupakan amenorrhoe laktasi yang berkepanjangan, disebabkan inhibisi dan PIF dan hypofise
2. Syndrome Forbes - Albright
Disebabkan oleh adenoma chromophob
3. Syndrom Ahcemada - del Costello
Tidak ada hubungan dengan kehamilan atau tumor hypofise.
Diduga oleh karena obat-obatan seperti kontrasepsi dan phenotiazin
6. Pemeriksaan Yang Dilakukan
a. Anamnesa yang baik dan lengkap
- Apakah amenorrhoe termasuk primer / sekunder
- Apakah amenorrhoe ada hubungannya dengan gangguan emosional
- Apakah ada kemungkinan kehamilan
- Apakah px menderita penyakit metabolic dll
b. Pemeriksaan Umum Yang Seksama
- Apakah px pendek / tinggi/ kerdil
- Apakah BB sesuai denga tingginya
- Apakah ciri kelamin sekunder tumbuh dengan baik/tidak
- Apakah ada tanda hirsutisme
c. Pemeriksaan Ginekologi
- Dapat diketaui adanya berbagai jenis ginatresi, adanya aplasia vagina, keadaan klitoris, aplasia uteri, adanya ovarium dll.
7. Diagnosa
Terapi amenorrhoe sangat tergantung pada etiologi. Banyak pemeriksaan yang dapat membantu kita mencari amenorrhoe, antara lain :
a. Smears (Sex chromatin)
b. Pemeriksaan Rontgen (sella tursial)
c. EEG
d. Analisa hormonal
e. Biopsi endometrium pada kasus TBC
f. Laparoscopi
g. Gula darah / lever fungsi/ oreum / creatinin
8. Terapi
Terapi diberikan menurut etiologi secara umum dapat diberikan :
a. Hormon untuk merangsang ovulasi :
- Clomphen : merangsang hypotalamus
- Gonadotropin sebagai substitusi terapi
- Progestrin oral pil
b. Radiasi dari ovarium
c. Tyroid : Kalau ada hypofungsi glandula thyroid
d. Kesehatan umum harus diperbaiki / gizi ditingkatkan.


ASKEB PADA GANGGUAN SISTEM
REPRODUKSI AMENORRHOE PRIMER
1. Subyektif
a. Identitas
Nama :
Umur :
b. Anamnesa tanggal ..............? oleh ....................?
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan sampai usia 22 th belum pernah menstruasi
2. Riwayat Haid : Belum pernah haid
3. Pola nutrisi : kurang gizi .......? kelebihan gizi .......?
4. Pola Istirahat : terlalu capek / sibuk ........... ?
5. Riwayat Kesehatan
Riwayat penyakit yang pernah diderita
Asma : ...... Jantung : ........... DM : ......... HI : ......... TBC : ...................
Riwayat Penyakit Keluarga
Asma : ...... Jantung : ........... DM : ......... HI : ......... TBC : .................. Hepatitis : ...........
2. Obyektif
1. Keadaan Umum :.........
2. TTV : .........
3. BB :.........
4. Inspeksi
Leher : Pembesaran kelenjar tyroid
Dada : Mammae simetris .......? Ada tonjolan ........?
Abdomen : Terdapat luka bekas operasi (Ovarium) .........?
Genetalia : Rambut pubis ...... ? Labia mayor ........ ? labia minor .......... ?
5. VT : ......
6. Inspekulo : ......... ?
3. Assesment : Amenorrhoe Primer / sekunder
4. Planning
a. Di Polindes / Puskesmas BPS
1. mengadakan komunikasi terapeutik
2. Menjelaskan hasil pemeriksaan
3. Memberikan HE tentang (tergantung penyebabnya)
- Penyebab Amenorrhoe
- Sistem reproduksi luar dan dalam serta fungsinya
- Makanan bergizi
- Istirahat cukup
4. Rujuk ke Rumah Sakit
b. Rumah Sakit
1. Mengadakan pendekatan terapeutik
2. Menjelaskan hasil pemeriksaan
3. Memberikan HE (tergantung penyebabnya)
4. Kolaborasi dengan dokter tentang pemeriksaan (USG) dan terapi
5. Anjurkan untuk minum obat secara teratur
6. Kontrol sesuai dengan anjuran